Blog.Naratif
3.1.a.7 Demonstrasi Kontekstual -
Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran
Sebelum menjawab pertanyaan dari LMS, saya akan memulai tulisan narasi ini dengan pengertian tentang pendidikan menurut salah seorang ahli yaitu H. Horne pengertian pendidikan adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada tuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia. Jadi pendidikan sejatinya didapatkan secara terus menerus mulai dari dalam kandungan sampai liang lahat.
Adapun sebuah kutipan dari ~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~ Education is the art of making man ethical. Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis.
Pendidikan secara umum bertujuan untuk mencerdaskan dan mengembangkan potensi peserta didik, dimana pendidikan adalah suatu pondasi dalam hidup yang harus dibangun dengan sebaik mungkin. Pendidikan berfungsi melakukan proses penyadaran terhadap manusia untuk mampu mengenal, mengerti dan memahami suatu realitas kehidupan yang ada di sekitarnya sehingga dapat berperilaku sesuai realitas kehidupan, dengan adanya pendidikan potensi yang dimiliki oleh seseorang, kemudian pendidikan mengatakan manusia tersebut untuk berfikir dan mengambil suatu keputusan atau tindakan yang rasional sebagai pemimpim pembelajaran.
Saya sangat bahagia dan senang dapat menjadi salah satu peserta Calon Guru Penggerak Angkatan 3 karena banyak sekali pelngetahuan yang saya pelajari dan terapkan dan dapat saya salurkan ke teman sejawat yang ada di sekolah saya. Namun terdapat banyak kendala dalam menerapakan dan mensosialisasikannya ke teman sejawat, olehnya itu saya akan mencari solusi yang tidak asal mengambil suatu keputusan
"Bagaimana Anda nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang Anda dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal Anda?"
Sebagai seorang guru kita sering dihadapkan oleh berbagai masalah dimana sebuah kondisi kita dituntut memilih dua pilihan yang sangat berat. Kita sebagai guru yang merupakan pemimpin pembelajaran diharapkan dapat mengambil keputusan yang tepat serta tidak memihak terhadap salah satu masalah yang dihadapi. Seorang pemimpin pembelajaran harus bisa melihat apakah persoalan tersebut adalah dilema etika atau merupakan bujukan moral. Disini saya akan berkomunikasi dengan kepala sekolah sebagai penentu kebijakan yang ada di sekolah tentang program guru penggerak dan juga pembentukan suatu komunitas praktisi di sekolah agar program yang ada di guru penggerak dapat tersalurkan ke teman guru yang ada di sekolah, jika kepala sekolah sudah menyetujui dan kemudian komunitas praktisi sudah terbentuk maka disinilah saya akan membuat program untuk diterapkan ke teman guru yang ada di sekolah, baik melalui bincang-bincang dengan menggunakan waktu luang untuk berdiskusi melalui KKG mini dengan menghadirkan pengawas, kepala sekolah, komite dan rekan guru. Disinilah saya akan menerapkan pengetahuan yang saya dapat selama pelatiahan Calon Guru Penggerak dan akan menerapkan hal tersebut di kelas (murid) apabila terjadi kasus.
Dengan merenungkan apa yang akan saya buat nantinya, timbullah di benak saya tentang pertanyaan berikut:
"Apa langkah-langkah awal yang akan anda lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpim pembelajaran?"
Sebagai pemimpin pembelajaran dalam mengambil suatu keputusan kita tidak akan luput dari dilema etika dan atau bujukan moral baik itu di kelas maupun di lingkungan sekolah. Dalam hal ini kita harus menganalisis apakah kasus tersebut dilema etika atau bujukan moral. Seperti pada awal modul 3.1 mulai dari diri maka saya akan menganalisis apakah dilema etika atau bujukan moral, jika kasus tersebut dilema etika maka saya akan menggunakan salah satu dari 4 dilema etika yang sesuai, menentukan dari salah satu dari 3 prinsip yang dapat membantu dalam menghadapi suatu pilihan, setalah itu saya akan menerapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan sambil berdiskusi dengan kepala sekolah dan sesama teman guru di sekolah untuk mendengarkan pendapat mereka selain dari pendapat saya, dari 9 langkah pengambilan dan pengujian yang telah saya pelajari maka setiap mengambil suatu keputusan hendakanya kita mengenal nilai-nilai yang saling bertentangan, menentukan siapa yang terlibat dalam kasus tersebut, mengumpulkan fakta-fakta yang relevan, pengujian benar salah (uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji publikasi, uji panutan), pengujian paradigma benar lawan benar, melakukan prinsip resolusi, Investigasi opsi trilema, buat keputusan, lihat lagi keputusan dan refleksikan, langkah-langkah tersebut dapat membantu dalam setiap pengambilan keputusan di kelas maupun di lingkungan sekolah.
Pertanyaan pun masih berkecamuk dipikiran saya yaitu :
"Mulai kapan Anda akan menerapkan langkah-langkah tersebut, hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Catat rencana Anda, sehingga Anda tidak lupa."
Saya akan menerapkan langkah-langkah tersebut dalam waktu dekat atau minggu ini dengan melakukan komunikasi dengan kepala sekolah tentang pembentukan komunitas praktisi (KKG Mini) di sekolah kemudian saya sakan mengelompokkan kelas awal dan kelas tinggi setalah itu saya akan membagikan 2 kasus dan memberikan print out 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah-langkah pengambilan dan pengujian keputusan.
"Siapa yang akan menjadi pendamping Anda, dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran? Seseorang yang akan menjadi teman diskusi Anda untuk menentukan apakah langkah-langkah yang Anda ambil telah tepat dan efektif."
Yang akan menjadi pendamping saya sejak awal ikut CGP adalah kepala sekolah yang merupakan pemangku kepentingan tertinggi di sekolah dimana beliau sangat merespon segala tindakan yang saya lakukan dalam mengikuti program Calon Guru Penggerak ini dan beliau siap mendampingi saya dalam pengambilan keputusan dan saya juga melibatkan Komunitas praktisi yang ada di sekolah (KKG Mini) untuk melihat keputusan yang saya ambil.
Berikut tersedia daftar tugas/checklist yang perlu Anda perhatikan untuk ketentuan jurnal monolog tersebut, apakah segi materi dan tekniknya sudah terpenuhi:
#Kemudian apa lagi yach ....😁
Salam Guru Penggerak
Salam Bahagia
s.r.t
Tidak ada komentar:
Posting Komentar