Kamis, 07 April 2022

3.3.a.10 Aksi Nyata - Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid

Tujuan Pembelajaran Khusus:  

  1. CGP dapat menjalankan rancangan program/kegiatan  yang dibuat di tahapan koneksi antarmateri
  2. CGP membuat dokumentasi pelaksanaan program/kegiatan  dalam bentuk e-portfolio.
Artikel tersebut ditulis dengan gaya masing-masing CGP namun harus mengandung  keempat komponen dalam kerangka 4P (4F), yaitu:
  1. Peristiwa (Fact)
  2. Perasaan (Feeling)
  3. Pembelajaran (Finding)
  4. Penerapan ke Depan (Future)

"Lakukan yang terbaik di semua kesempatan yang kamu miliki"

A. Rancangan Aksi Nyata Modul 3.3

        Suatu gerakan literasi menjadi suatu hal yang wajib untuk dilakukan pada dunia pendidikan terkhusus di sekolah. Program tersebut akan mendorong murid kedepannya untuk masuk ke dunia atau di era globalisai sekarang ini yang penuh dengan makna serta menjadikan dunia dalam genggaman kita.
        Buku merupakan suatu tempat kita dapat melihat dunia walaupun tidak pernah kita datangi. Semakin banyak kita membaca semakin banyak pengetahuan yang kita dapat terutama membaca surah dalam Al Qur'an dan mengenal tulisan serta artinya. Hal inilah menjadikan acuan saya untuk meningkatkan minat baca, hafal, dan mengetahui arti dari setiap ayat dalam surah Al Qur'an walaupun itu disekolah negeri. Salah satu faktor dari kecanggihan teknologi mereka cenderung bermain game membuat budaya bacanya rendah dan semakin menurun untuk mengetahui isi dalam setiap ayat dalam Al Qur'an. Sekolah pada dasarnya untuk menimba ilmu bukan hanya pengetahuan umum, diharapkan sekolah negeri juga mendapatkan pengetahuan agama walaupun dasar saya bukan dari agama namun dapat bekerjasama dengan guru agama sebagai aset di sekolah dan masyarakat yang mengetahui banyak tentang pengetahuan tentang agama.
              Salah satu upaya untuk menanamkan dan membiasakan budaya positif di sekolah selain ma'patabe (permisi), perlunya adanya program dalam hal keagamaan yang berupa Literasi Al Qur'an (LiAQ) dalam hal ini baca, tulis, hafal dan mengenal arti dari setiap ayat dalam surah Al Qur'an. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan minat baca, hafal, tulis dan mengetahui arti dari setiap surah dalam Al Qur'an, mampu meningkatkan prestari murid dalam bidang IMTAK dengan memanfaatkan IPTEK sesuai dengan visi sekolah membentuk peserta didik yang berakhlak mulia. Program ini di implementasikan di UPT SD Negeri 18 Leppangeng. Sekolah yang memiliki aset/sumber daya/modal yang akan mendukung terlaksannya Program ini.




B.  ARTIKEL REFLEKSI
Program LiAQ ini sebagai bentuk  Literasi Al Qur'an dalam bidang keagamaan dengan membaca, menulis dan menghafal  1 ayat Al Qur'an bagi kelas tinggi dan menghafal 1 surah pada kelas rendah yang di ganti setiap hafalan yang sudah lancar. Kegiatan tersebut dipandu oleh guru kelas  masing-masing dibantu oleh guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada jam sebelum proses pembelajaran di mulai dengan menggunakan waktu sekitar 10-15 menit didepan kelas dan meja masing-masing peserta didik. Siswa yang tidak mendapat giliran dapat mengumpulkannya melalau grup WA kelas masing-masing.
adapun deskripsi Aksi Nyata Modul 3.3 ini mencakup peristiwa, perasaan, pembelajaran dan penerapan ke depan (4F) :

fact (Peristiwa) 
1. Latar Belakang Aksi Nyata

Program sekolah yang berdampak pada murid dapat mendukung terwujudnya merdeka belajar dan memfasilitasi pengembangan potensi murid agar tumbuh kembangnya maksimal sesuai kodrat alam dan kodrat jamannya, dimana dalam suatu visi guru penggerak mendukung dalam menciptakan perencanaan program yang berdampak pada murid. Pada saat menentukan suatu program yang akan dilaksanakan di sekolah yang berdampak pada murid maka dengan pendekan Inkuiri Apresiatif melalui langkah BAGJA, dimana tahapan BAGJA terdapat pendekatan yang kolaboratif dalam melakukan suatu perubahan yang berbasis Aset dengan membiasakan menggunakan nilai-nilai pendidikan karakter untuk mendukung terlaksananya program sekolah yang berdampak pada murid.

Program yang dibuat disesuaikan dengan minat belajar dan profil murid yang beragam, mengedepankan empati pada murid dan memahami kondisinya dimana dalam program yang berdampak pada murid seorang guru harus mampu menjadi coach yang memandirikan murid untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam program yang diterapkan oleh sekolah. Pada program yang berdampak pada murid itu guru dituntut mengambil suatu keputusan yang bijaksana dalam mengedepankan nilai-nilai kebajikan dalam menjalankan program tersebut, dalam program sekolah ini yang berdampak pada murid bisa dilakukan dengan memaksimalkan sumber daya yang ada di sekolah. Jadi berdasarkan apa yang telah dipaparkan dari materi-materi sebelumnya yang mempunyai suatu keterkaitan mengenai program yang berdampak pada murid untuk menumbuhkan minat baca, hafal, menulis dan memahami arti dalam setiap surah dalam Al Qur’an itu sangat rendah diminati oleh murid yang dimana ketergantungan bermain HP berdasarkan interview dengan guru PAI, yang kita ketahui bahwa sekolah adalah tempat menimba ilmu bukan hanya pengetahuan umum apalagi di sekolah negeri, diharapkan juga mendapatkan pengetahuan keagamaan, oleh karena itu sekolah ingin meningkatkan Literasi di sekolah khususnya di bidang keagamaan melalui program Literasi Al Quran atau saya memberikan singkatan yaitu LiAQ.

Pada program literasi Al Qur’an ini guru mendengarkan masukan dari perwakilan tiap kelas mengenai program LiAQ ini dan menyusun bersama murid rencana atau daftar rutinitas yang akan dilakukan di kelas mengenai LiAQ, dengan program ini guru memberikan kesempatan mengambil suatu keputusan yang dimana keputusan itu dapat di patuhi bersama sehingga program ini dapat berjalan secara terus menerus dan tidak berhenti ditengah jalan yaitu dengan menilai setiap minggu hasil dari program tersebut dan murid dapat melaporkannya secara langsung dalam suatu pertemuan setiap bulannya tentang perkembangan program tersebut di kelas masing-masing, dimana nantinya guru dapat merespon balik apa yang telah dipaparkan oleh ketua dari setiap kelas. Semua aset di sekolah sangat membantu dalam kelancaran program ini bukan hanya Guru mapel PAI namun guru kelas dan mapel yang lain dapat membantu demi terwujudnya program yang berdampak pada murid yang ada di sekolah.

2. Alasan melakukan aksi nyata

Hal yang menarik dalam aksi nyata ini yang saya laksanakan kali ini mengenai materi modul 3.3 yaitu murid mampu mengkondisikan dan mendisiplikan diri untuk membaca, menulis dan menghafal arti dari setiap ayat dalam surah Al Qur'an, murid berani menyampaikan hafalan didepan teman-temanya  dan mengirimkan hafalan dan artinya di melalui  WA grup kelas masing- masing bagi kelas tinggi serta murid kelas rendah menyampaikan hafalan dengan sangat antusias, kemudian dapat membuat bentuk tulisan ayat Al Qur'an yang rapi.

Dengan menggunakan pendekatan IA tahapan BAGJA kita dapat menemukan alasan yang sesuai mengapa progrm Literasi Al Qur'an di laksanakan di di UPT SDN 18 Leppangeng. Berikut adalah Deskripsi Tahapan BAGJA :

a. Buat Pertanyaan

Bagaimana meningkatkan minat baca, tulis dan hafal dan mengetahui arti setiap surah dalam Al Qur'an dan motivasi LiAQ di sekolah untuk peserta didik dalam program LiAQ?

Jawab : melalui kegiatan literasi 10 menit menghafal bagi kelas rendah setiap hari dan menghafal, menulis ayat dan arti setiap ayat dalam surah Al Qur'an bagi kelas tinggi serta mempresentasikannya di depan kelas, dua kali dalam seminggu 2-3 orang diawal jam pembelajaran dimulai dan yang belum mempunyai kesempatan maka setorannya melalui grup WA kelas masing-masing.

b. Ambil Pelajaran

Peserta didik yang mandiri dalam Literasi Al Qur'an untuk meningkatkan pemahaman tentang budaya baca, tulis, hafal dan mengenal arti setiap ayat Al Qur'an di sekolah,  guru kelas berpartisipasi dalam membantu guru agama dalam program Literasi AlQur'an.

c. Gali Mimpi

Murid yang mahir dalam baca, tulis,hafal dan mengetahui isi setiap ayat dalam Al Qur'an menjadi Hafidz walaupun sekolah kami bukan berlatar sekolah agama.


d. Jabarkan Rencana

Peserta didik memanfaatkan waktu 10 menit sebelum pembelajaran dimulai menghafal suarah pendek pada kelas rendah (I-III) dan guru membacakan arti dari surah tersebut diikuti oleh peserta didik sedangkan pada kelas tinggi (IV -VI) membaca dan menghafal 1 ayat Al Qur'an beserta artinya, kemudian dituliskan dan membacakannya di depan kelas untuk tampil di depan kelas dipilih 1- 3 orang bagi yang tidak tampil, peserta didik dalam program LiAQ mengirimkan tugasnya di WA Grup kelas sehingga temannya yang lain dapat melihat hasilnya. Program LiAQ untuk kelas rendah dilakukan setiap hari dan kelas tinggi dilakukan 2 kali dalam seminggu.

e. Atur Eksekusi 

Siapa yang bertanggung jawab dalam Program LiAQ ini sehingga dapat berlanjut secara terus menerus ?

- Kepala sebagai penanggung jawab program

- Guru Agama yang dibantu oleh guru kelas dan mapel sebagai pengarah kegiatan 

- Ketua Pelaksana adalah ketua  kelas

3. Hasil dari Aksi Nyata

Program Literasi Al Qur'an (LiAQ) sebagai bentuk dalam bidang keagamaan yang ada di sekolah yang tertuang dalam visi sekolah dimana dengan menghafal satu surah pendek setiap harinya untuk kelas rendah (I-III) yang dapat di ganti dengan surah pendek yang lain apabila surah sebelumnya sudah hafal  dengan lancar sedangkan untuk kelas tinggi (IV-VI) menghafal, menulis, membaca dan memahami arti dari setiap ayat Al Qur'an serta memprestasikannya di depan kelas yang terdiri 1-3 orang selebihnya dapat di setorkan lewat WA Grup kelas. Program ini dipandu oleh Guru kelas maupun guru PAI dan guru mapel yang lainnya yang mengajar pada jam pertama.

4. Dokumentasi Aksi Nyata


Feeling (Perasaan)
Murid makin bersemangat menyampaikan hasil hafalan bagi kelas rendah dan hafalan (ayat dan terjemahan), tulisan Al Qur'an bagi kelas tinggi dalam kegiatan Literasi Al Qur'an serta menambah hafalan sebagai wujud eksistensi mereka dalam melakukan suatu kebajikan, semua stakeholder yang ada di UPT SDN 18 Leppangeng termotivasi untuk meningkatkan kualitas bacaan Al Qur'an dan ingin mendalami ilmu tajwid disesama guru maupun di pengajian di lingkungan rumah masing-masing sebelum melaksanakan pendampingan LiAQ di murid masing-masing di kelas.
Kebahagian tersendiri bagi guru yang berhasil menambah ilmu bagi murid masing-masing dalam baca, hafal dan tulis Al Qur'an beserta terjemahan atau arti dan sangat membanggakan sebagai guru jika murid yang tidak bisa baca, hafal dan tulis Al Qur'an menjadi terampil baca, hafal dan tulis Al Qur'an. 😅

Finding (Pembelajaran)
Masih ada beberapa murid yang belum bisa menyetor hafalan, bacaan, tulisan dan menerjemahkan dengan tepat waktu sehingga menghambat untuk lanjut ke ayat untuk  kelas tinggi dan untuk kelas rendah masih ada beberapa yang sangat terlambat untuk menyetor hafalannya sehingga menghambat yang lainnya untuk lanjut ke suarah berikutnya. Bahkan ada pula yang bermasa bodoh dalam untuk tidak menghafal, ada juga beberapa murid yang tidak bisa membaca  Al Qur'an sama sekali. Keadaan tersebut dapat mengganggu keberlangsungan dan keberhasilan program kegiatan Literasi Al Qur'an pada awal pembelajaran.
Dalam hal ini perlunya bantuan orangtua di rumah untuk memantau dan membimbing anaknya dalam membaca Al Qur'an. Akan tetapi ada juga orang tua yang tidak mengetahui kondisi anaknya bahkan ada orangtua yang bermasa bodoh tentang membelajarkan anaknya tentang Al Qur'an mereka acuh tak acuh terhadap keterampilan anak dalam membaca Al Qur'an.

Future (Penerepan ke Depan)
Jika seorang murid sudah terbiasa tampil di depan teman-temannya nantinya akan menumbuhkan kepercayaan dirinya dan keyakinan diri pada anak. Mereka akan mampu menghadapi tantangan dan kondisi yang terjadi pada saat nantinya anak memimpin kedepannya. 
Memaksimalkan peran stakeholder di sekolah untuk menyukseskan program kegiatan Literasi Al Qur'an di awal jam pembelajaran. Program ini bukan hanya acara yang musiman tapi kegiatan ini akan dilaksanakan secara terus menerus dan berkelanjutan untuk menanamkan kepada anak guru tentang pentingnya budaya postif  yang relegius, mandiri, tanggung jawab, disiplin percaya diri dan kerjasama murid. 
Pada peningkatan keaktifan murid dalam program kegiatan Literasi Al Qur'an ini dalam membaca, menghafal, menulis dan menerjemahkan Al Qur'an dan peningkatan jumlah penghafal Al Qur'an.

C. Refleksi
  1. Diperlukan kolaborasi dengan orang tua murid terkait pentingnya terampil membaca Al Qur,an sejak dini dan meningkatkan hafalannya
  2. Melakukan coaching terhadap murid yang tidak mau membaca dan menghafal Al Qur'an
  3. Adanya apresiasi kepada murid yang menambah hafalannya.
D.  Evaluasi
  1. Melakukan Caoching kepada murid yangtidak menulis atau menghafal ayat / surah dalam Al Qur'an 
  2. Murid yang tidak bisa baca tulis Al Qur'an akan dibimbing oleh guru agama untuk belajar membaca Al Qur'an
  3. Mengarahkan orang tua agar anaknya mengaji di tempat mengaji di sekitar rumahnya
  4. Program ini mungkin dianggap oleh sebagian orang tidak memiliki makna tetapi bagi murid UPT SDN 18 Leppangeng akan memberikan pengalaman berharga dalam menumbuhkan karakter relegius pada murid. Program yang akan berdampak pada murid, program yang akan meningkatkan kompetensi sehingga siap berkompetensi dalam bidang keagamaan nantinya.
#SalamBahagia
#CGPAngkatan3
#UPTSDN18Leppangeng
#Kab.Pangkep
#SulSel
#YouTubeBiGSmall



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

3.3.a.10 Aksi Nyata - Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid

Tujuan Pembelajaran Khusus:   CGP dapat menjalankan rancangan program/kegiatan  yang dibuat di tahapan koneksi antarmateri C...